Ahlussunnah Wal Jamaah di Indonesia: Menjunjung Tawassuth sebagai Landasan Pemersatu

136 Dilihat
banner 336x280

Ahlussunnah Wal Jamaah (aswaja) merupakan aliran mayoritas dalam Islam yang diikuti oleh sebagian besar Muslim di Indonesia. Salah satu nilai dan ajaran yang dijunjung tinggi oleh aswaja adalah tawassuth, yaitu pendekatan yang moderat, menghindari ekstremisme, serta menjunjung tinggi keseimbangan dalam beragama dan berkehidupan sosial.

Tawassuth sebagai Landasan Pemersatu

Tawassuth menjadi landasan pemersatu dalam kelompok aswaja di Indonesia. Aliran ini dikenal karena mengajarkan toleransi, kedamaian, dan menghormati perbedaan dalam keyakinan agama maupun pandangan sosial. Tawassuth memberikan ruang bagi setiap individu untuk mengamalkan agama secara proporsional dan sejalan dengan kehidupan modern.

banner 468x60

1. Toleransi Antarumat Beragama

Di Indonesia, yang kaya akan keberagaman agama dan budaya, tawassuth memegang peran penting dalam memelihara harmoni dan kerukunan antarumat beragama. Aswaja mengajarkan pentingnya menghargai keyakinan orang lain dan berdialog dengan baik untuk mencapai pemahaman bersama. Sikap terbuka ini menjadi ciri khas aswaja dalam mengembangkan rasa saling pengertian dan kerjasama antarumat beragama.

2. Menolak Ekstremisme

Sebagai aliran yang moderat, aswaja menolak ekstremisme dan radikalisme. Tawassuth mengajarkan pentingnya mengambil sikap tengah dalam berbagai hal, termasuk dalam melihat dan menghadapi isu-isu kontroversial. Aswaja mengingatkan umat Islam untuk menghindari pemahaman yang berlebihan (ghuluw) dalam praktik agama dan menjaga keseimbangan.

3. Keseimbangan dalam Ibadah

Tawassuth juga berlaku dalam pelaksanaan ibadah. Aswaja mengajarkan tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara kewajiban ibadah pribadi dan sosial. Selain menjalankan ibadah kepada Allah dengan sebaik-baiknya, aswaja juga menekankan nilai-nilai sosial, seperti kasih sayang, tolong-menolong, dan berbuat kebajikan terhadap sesama.

4. Menjunjung Pluralisme

Pluralisme merupakan prinsip dasar yang dianut oleh ASWJ di Indonesia. Mereka memandang bahwa perbedaan adalah hal yang alami dan harus dihargai. Tawassuth mengajarkan pentingnya menghormati keragaman dan bekerja sama dalam menghadapi permasalahan bersama, tanpa mengabaikan perbedaan yang ada.

5. Mendukung Pembangunan Bangsa

Tawassuth juga mencerminkan semangat untuk mendukung pembangunan bangsa. Aswaja menyadari pentingnya berkontribusi positif dalam berbagai sektor kehidupan, termasuk pendidikan, ekonomi, dan sosial. Aliran ini menyebarkan pesan persatuan dan kesatuan untuk bersama-sama membangun Indonesia yang maju dan berdaya saing.

Ahlussunnah Wal Jamaah di Indonesia menjadi contoh bagaimana nilai tawassuth dapat menjadi landasan pemersatu dalam kehidupan beragama dan sosial. Melalui sikap toleransi, penolakan terhadap ekstremisme, dan keseimbangan dalam beribadah, Aswaja memberikan kontribusi positif bagi pembangunan bangsa dan memelihara harmoni dalam keragaman. Semangat tawassuth ini harus senantiasa dijaga dan diperkuat agar Indonesia tetap menjadi negara yang berbudaya, damai, dan sejahtera.

banner 336x280
Gambar Gravatar
Peneliti Aswaja NU Center Kota Blitar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *