Sekilas Front Pembela Islam (FPI)

108 Dilihat
banner 336x280

FPI dideklarasikan pada 17 Agustus 1998 (atau 24 Rabiuts Tsani 1419 H) di halaman Pondok Pesantren Al Um, Kampung Utan, Ciputat, di Selatan Jakarta oleh sejumlah Habaib, Ulama, Mubaligh dan Aktivis Muslim dan disaksikan ratusan santri yang berasal dari daerah Jabotabek, dipimpin oleh Habib Muhammad Rizieq bin Syihab, Lc.

Organisasi ini dibentuk dengan tujuan menjadi wadah kerja sama antara ulama dan umat dalam menegakkan Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar di setiap aspek kehidupan.

banner 468x60

Latar belakang pendirian FPI sebagaimana disebutkan oleh organisasi tersebut antara lain:

  • Adanya penderitaan panjang ummat Islam di Indonesia karena lemahnya kontrol sosial penguasa sipil maupun militer akibat banyaknya pelanggaran HAM yang dilakukan oleh oknum penguasa.
  • Adanya kemungkaran dan kemaksiatan yang semakin merajalela di seluruh sektor kehidupan.
  • Adanya kewajiban untuk menjaga dan mempertahankan harkat dan martabat Islam serta ummat Islam.

FPI terkenal karena aksi-aksinya yang kontroversial sejak 1998, terutama yang dilakukan oleh laskar paramiliternya yakni Laskar Pembela Islam.

Disamping aksi-aksi kontroversial, FPI juga melibatkan diri dalam aksi-aksi kemanusiaan antara lain pengiriman relawan bencana tsunami di Aceh.

Menurut kalangan yang kontra, walaupun FPI membawa nama agama Islam, pada kenyataannya tindakan mereka bertentangan dengan prinsip dan ajaran Islami, bahkan tidak jarang menjurus ke vandalisme.

Sedang menurut FPI, tindakan itu dilakukan oleh oknum-oknum yang kurang / tidak memahami Prosedur Standar FPI.

Ajaran dan Dasar Berpikir

FPI mempunyai sudut pandang yang menjadi kerangka berfikir organisasi (visi), bahwa penegakan amar ma´ruf nahi munkar adalah satu-satunya solusi untuk menjauh-kan kezhaliman dan kemunkaran.

FPI bermaksud menegakkan amar ma´ruf nahi munkar secara káffah di segenap sektor kehidupan, dengan tujuan menciptakan umat sholihat yang hidup dalam baldah thoyyibah dengan limpahan keberkahan dan keridhaan Allah ´Azza wa Jalla.

Amar Ma’ruf Nahi Munkar ala FPI

FPI membedakan dakwah, amar ma’ruf dan nahi munkar. Dakwah memiliki metode berbeda dengan nahi munkar. Dakwah harus lembut, amar ma’ruf harus tegas, nahi munkar harus keras.

Perintah untuk menggunakan cara hikmah dan pelajaran yang baik dalam Surat An-Nahl: 125, dinilai sebagai ayat dakwah, bukan ayat nahi munkar.

Selain dakwah, amar ma’ruf dan nahi munkar, terdapat ayat-ayat tentang perang.

FPI melihat, berbagai macam kemungkaran, seperti peredaran narkoba, perjudian, film-film porno di Indonesia, saat ini bukan lagi sebagai kemaksiatan individual, tapi struktural. Karena itulah, dalam menghadapinya, FPI melancarkan strategi perang, karena kemungkaran tersebut dinilai sebagai senjata perang oleh pihak musuh.

Menurut FPI, kekerasan atau penyerbuan yang dilakukan merupakan jalan terakhir yang terpaksa diambil FPI setelah melewati berlapis-lapis prosedur, di antaranya dengan mendesak kepolisian untuk berbuat.

Ditulis oleh Faris Khoirul Anam, Lc., M.H.I., Koordinator Bidang Dakwah Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur

Galeri untuk Sekilas Front Pembela Islam (FPI)

banner 336x280
Gambar Gravatar
Peneliti Aswaja NU Center Kota Blitar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *