Oleh Nun Alqolam, Pegiat Aswaja NU

Kelompok Islam radikal (Wahabi, HTI, IM dan sejenisnya) kerap membid’ahkan tahlilan yang menjadi amaliah warga Ahlussunnah wal Jamaah (NU). Yang dimaksud tahlilan disini adalah pembacaan kalimat toyibah tahlil secara berjamaah dan berulang-ulang kali. Mereka menuduh orang yang tahlilan itu lebih hina dari orang yang zina. Bahkan mereka memasukkan orang yang membaca kalimat tauhid tahlil, ke dalam golongan ahli neraka.

Namun disisi lain mereka menancapkan kalimat tauhid sablon di kuburan. Pertanyaannya sekarang adalah mengapa jika menempatkan kalimat tauhid yang disablon (bendera tauhid) di kuburan itu tidak dibid’ahkan, sementara mewiridkan kalimat tauhid di kuburan maupun di rumah, kok dihukumi bid’ah neraka?

Ternyata, mereka dalam beragama bermuatan politik sektarian, politik identitas dan politik kelompok. Jika mereka yang melakukan, dihukumi tidak masalah. Namun jika NU yang melakukan mereka ramai-ramai menuduh bid’ah.

Sumber: HubbulWathonMinalIman

Leave a Comment